Wisata Sejarah ke Candi Sambisari

advertisement

Wisata Sejarah ke Candi Sambisari - Kawasan wisata Candi Sambisari di daerah Sleman menjadi salah satu tempat wisata yang bisa anda kunjungi ketika berlibur ke kota Jogjakarta ini. Kawasan ini jelas memiliki kisah sejarah tersendiri. Candi Sambisari sendiri berada di daerah Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Candi ini sendiri ditemukan pertama kali oleh seorang petani bernama Karyowinangun di tahun 1966. Dan candi tersebut mulai digali oleh pemerintah guna di lestarikan.

Candi ini sendiri menurut perkiraan dibangun pada tahun 812 hingga 838 Masehi yang kemungkinan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Garung. Kompleks candi sendiri terdiri dari 1 buah candi induk dan juga 3 buah candi pendamping yang mengelilingi candi utama. Sementara ada 2 buah pagar yang mengelilingi kompleks candi dimana 1 pagar sudah dipugar. Sedangkan 1 pagar lainnya sendiri masih belum dipugar dengan sempurna di bagian timur dari kawasan wisata candi ini. Dan disini terdapat 8 buah lingga patok yang diletakkan sesuai arah mata angin.

Bangunan candi induk sendiri memiliki bentuk yang unik disebabkan tidak adanya alas seperti candi pada umumnya. Kaki candi sendiri berfungsi sebagai alas yang juga sejajar dengan tanah. Sementara di bagian kaki candi sendiri dibiarkan polos, tanpa relief dan juga hiasan apapun. Relief-relief baru muncul di puncak candi bagian luar dimana motifnya seperti batik. 

Ketika menuju tangga pintu masuk di bagian candi induk, hiasan patung singa yang terdapat di mulut makara yang merupakan hewan ajaib dalam mitos Hindu. Figur makara di Candi Sambisari ini merupakan evolusi dari bentuk asli dari India yang merupakan perpaduan gajah dan ikan atau buaya yang memiliki bentuk ekor yang membengkok. 

Setelah itu anda bisa menuju area selasar yang memiliki lebar sekitar 1 meter usai menaiki tangga di dekat pintu masuk candi induk. Di sini terdapat 3 relung yang berisi arca. Di bagian utara arca Dewi Durga yang merupakan istri dari Dewa Siwa bisa anda temukan. Arca ini memiliki 8 tangan yang semuanya memegang senjata. Sedangkan di bagian timur sendiri terdapat Arca Ganesha yang merupakan anak dari Dewi Durga. Sementara di bagian selatan sendiri terdapat patung Agastya dengan aksamala atau tasbih di bagian lehernya. 

Ketika memasuki ruang utama candi induk, anda bisa melihat lingga dan yoni dengan ukuran sekitar 1,5 meter terdapat didalamnya. Dan hal ini semakin menguatkan bahwa candi ini dibangun guna pemujaan Dewa Siwa. Lingga dan yoni yang berada di sini guna membuat air suci. Dan air suci tersebut biasanya di siramkan ke lingga dan mengalir melalui parit kecil ke yoni dan ditampung di sebuah wadah.

Di bagian barat dekat candi induk, anda bisa menuju ke 3 candi perwara yang menghadap berlawanan. Candi ini memang tidak memiliki atap. Bagian dalam candi perwara di bagian tengah sendiri mempunyai lapik bujur sangkar yang memiliki bentuk seperti kepala naga dan padmasana atau bunga teratai yang berbentuk bulat cembung. 

Keindahan Candi Sambisari sendiri merupakan sebuah hasil kerja keras yang dilakukan selama 21 tahun oleh para arkeolog Indonesia. Candi yang sekilas mirip puzzle raksasa sendiri mulai tersusun sedikit demi sedikit yang mampu disusun kembali guna melestarikan peninggalan jaman kerajaan. Pola pembagian halaman candi sendiri sangat mirip dengan apa yang terdapat di kawasan wisata Candi Prambanan. Namun bentuknya sedikit lebih sederhana. Candi Sambisari ini memiliki kisah historis tersendiri yang membuktikan bagaimana perkembangan dunia arsitektur pada masa kerajaan sudah maju.
advertisement
0 Komentar untuk "Wisata Sejarah ke Candi Sambisari"

Back To Top